Tag

, ,

Waktu telah menunjukan pukul 12:00. Salah satu rekan kerja saya memanggil saya yang sedang sibuk di taman kantor ditemani laptop dan jemari yang menari-nari di atas tuts keyboard. Ia kemudian mengajak saya makan siang. Melihat cuaca di atas yang mulai mendung gelap, dan butiran kecil air mulai turun saya bergegas masuk ke dalam kantor dan menyimpan laptop di meja kerja saya.

Pertanyaan selanjutnya yang saya tanyakan “Mau makan di mana kita ?” Well, dia menjawab karena hujan sudah mulai turun ada baiknya kita meminta driver untuk drop kami di dekan kawasan Blok M. Segera kami berdua masuk ke mobil dan di antar ke tempat tujuan.

Perut udah mulai menyahut, ide makanan secara beruntun memenuhi sesak kepala saya. Pengen makanan jawa yang berbau-bau penyet gitu, atau makanan manado yang sambalnya bikin lidah bergoyang. Sesampainya di salah satu food court saya melihat satu tempat yang menarik. Nama menunya “Nasi Bakar Ikan Peda”. Gambarnya cukup mengundah. Udah kepikiran bakal ada daun kemangi, ikan, dan irisan cabe yang dibakar.

Duduk manis sambil menunggu. Teman saya memesan dim sum. Minuman duluan datang. Sambil menunggu makanan, nyalakan sebatang rokok. Belum sampai habis, makanan kamu tiba. Duh gak sabar pengen cepat mencicipi.

Pelan-pelan saya membuka lapisan daun pisang tersebut dengan garpu, sambil menikmati aroma kemangi yang menguap di atasnya. Ceritanya lagi mupeng banget nih. Tapi betapa kagetnya saya, ketika di obok-obok nih nasi, ikannya cuma secuil sebesar kartu chip sim card hp dan itu cuma 1 biji doang. WHAT ?! Are you kidding me!

Selain bungkusan nasi bakar itu, dipiring ada tahu dan tempe, sama setengah potong telur rebus dan sambal. Harga makanan ini 25rb. Duh.. Ini mah nasi tempe tahu telor, bukan Nasi Bakar Ikan Peda. Gak terima dan bertanya2 langsung aja saya panggil pelayannya.

“Mas ini mana ikan peda nya ?” dengan ketus saya bertanya.
“Masa ikannya secuil ini doang ?” lanjut saya
“Bentar ya mas” tanpa perlawanan ia kemudian menuju ke kitchen dan kembali membawakan sepiring kecil berisikan ikan peda 2 potong. 1 potong ukurannya sebesar ujung sikat gigi – -a

Udah hilang napsu makan duluan, tanpa protest lagi, saya makan saja tuh menu. Wahh.. mending pesan ayam penyet batam😦